Minggu, 12 Oktober 2014

Peta Ketahanan Pangan NTT

pemetaan ketahanan pangan, contohnya seperti di alamat berikut:

www.wfp.org/.../FSVA%20of%20Nusa%20Tenggara%20Timur%20201.

Arsip Jurnal

(apologies for cross listing)
EPPM-Journal, 2(2): free downloads

ISSN 2221-6529 (Print), ISSN 2223-8379 (Online)

It is free to download papers published in EPPM-Journal.

Aims and Scope: The Journal of Engineering, Project, and Production Management (EPPM-Journal) is an international research journal publishing original research papers. The journal aims to advance the cross-disciplinary sciences in these three fields.

Call-for-Papers: EPPM-Journal is multidisciplinary in nature, considering all topics related to engineering management, project management, and production management. No publication fee is required for publishing papers in this Journal.


 Volume 2 / Number 2 / July 2012
Table of Contents
Editorial
Ko, C. H. (2012). Project and Production Management in the Construction IndustryJournal of Engineering, Project, and Production Management, 2(2), 56.
Project Management
Ibrahim, Y. M., Ibrahim, A. D., and Chindo, P. G. (2012). Determination of Optimum Frame Rates for Observation of Construction Operations from Time-Lapse MoviesJournal of Engineering, Project, and Production Management, 2(2), 57-65.
Dada, M. O. (2012). Analysis of Conflict Centers in Projects Procured with Traditional and Integrated Methods in Nigeria.Journal of Engineering, Project, and Production Management, 2(2), 66-77.
Production Management
Lennartsson, M. and Björnfot, A. (2012). Production Resource Management in the Industrialised House-Building Supply Chain. Journal of Engineering, Project, and Production Management, 2(2), 78-87.
Project and Production Management
Kalsaas, B. T. (2012). The Last Planner System Style of Planning: Its Basis in Learning Theory. Journal of Engineering, Project, and Production Management, 2(2), 88-100.
Ko, C. H. and Chen, Y. C. (2012). Evaluating Production Time Buffer for Precast Fabrication. Journal of Engineering, Project, and Production Management, 2(2), 101-111. 
__._,_.___

Sebuah Kutipan untuk direnungkan

Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.
Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo bahkan harus rela menjual dirinya lantaran sudah hampir kolaps. Sharp berencana menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan mem-PHK ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi notebook-nya mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga mati).
Adakah ini pertanda salam sayonara harus dikumandangkan? Mengapa kegagalan demi kegagalan terus menghujam industri elektronika raksasa Jepang itu? Di Senin pagi ini, kita akan coba menelisiknya.
Serbuan Samsung dan LG itu mungkin terasa begitu telak. Di mata orang Jepang, kedua produk Korea itu tampak seperti predator yang telah meremuk-redamkan mereka di mana-mana. Di sisi lain, produk-produk elektronika dari China dan produk domestik dengan harga yang amat murah juga terus menggerus pasar produk Jepang. Lalu, dalam kategori digital gadgets, Apple telah membuat Sony tampak seperti robot yang bodoh dan tolol.
What went wrong? Kenapa perusahaan-perusahaan top Jepang itu jadi seperti pecundang? Ada tiga faktor penyebab fundamental yang bisa kita petik sebagai pelajaran.
Faktor 1 : Harmony Culture Error. Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci. Speed in decision making. Speed in product development. Speed in product launch. Dan persis di titik vital ini, perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya mereka yang mengangungkan harmoni dan konsensus.
Datanglah ke perusahaan Jepang, dan Anda pasti akan melihat kultur kerja yang sangat mementingkan konsensus. Top manajemen Jepang bisa rapat berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang akan diluncurkan. Dan begitu rapat mereka selesai, Samsung atau LG sudah keluar dengan produk baru, dan para senior manajer Jepang itu hanya bisa melongo.
Budaya yang mementingkan konsensus membuat perusahaan-perusahaan Jepang lamban mengambil keputusan (dan dalam era digital ini artinya tragedi).
Budaya yang menjaga harmoni juga membuat ide-ide kreatif yang radikal nyaris tidak pernah bisa mekar. Sebab mereka keburu mati : dijadikan tumbal demi menjaga “keindahan budaya harmoni”. Ouch.
Faktor 2 : Seniority Error. Dalam era digital, inovasi adalah oksigen. Inovasi adalah nafas yang terus mengalir. Sayangnya, budaya inovasi ini tidak kompatibel dengan budaya kerja yang mementingkan senioritas serta budaya sungkan pada atasan.
Sialnya, nyaris semua perusahaan-perusahaan Jepang memelihara budaya senioritas. Datanglah ke perusahaan Jepang, dan hampir pasti Anda tidak akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never. Istilah Rising Stars dan Young Creative Guy adalah keanehan.
Promosi di hampir semua perusahaan Jepang menggunakan metode urut kacang. Yang tua pasti didahulukan, no matter what. Dan ini dia : di perusahaan Jepang, loyalitas pasti akan sampai pensiun. Jadi terus bekerja di satu tempat sampai pensiun adalah kelaziman.
Lalu apa artinya semua itu bagi inovasi ? Kematian dini. Ya, dalam budaya senioritas dan loyalitas permanen, benih-benih inovasi akan mudah layu, dan kemudian semaput. Masuk ICU lalu mati.
Faktor 3 : Old Nation Error. Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua. Dan juga dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua. Maksudnya, lebih dari separo penduduk Jepang berusia diatas 50 tahun.
Implikasinya : mayoritas Senior Manager di beragam perusahaan Jepang masuk dalam kategori itu. Kategori karyawan yang sudah menua.
Disini hukum alam berlaku. Karyawan yang sudah menua, dan bertahun-tahun bekerja pada lingkungan yang sama, biasanya kurang peka dengan perubahan yang berlangsung cepat. Ada comfort zone yang bersemayam dalam raga manajer-manajer senior dan tua itu.
Dan sekali lagi, apa artinya itu bagi nafas inovasi? Sama : nafas inovasi akan selalu berjalan dengan tersengal-sengal.
Demikianlah, tiga faktor fundamental yang menjadi penyebab utama mengapa raksasa-raksasa elektronika Jepang limbung. Tanpa ada perubahan radikal pada tiga elemen diatas, masa depan Japan Co mungkin akan selalu berada dalam bayang-bayang kematian.


salam,
Anang Hartanto

Jurnal

(apologies for cross listing)
EPPM-Journal, 3(1): free downloads

ISSN 2221-6529 (Print), ISSN 2223-8379 (Online)

It is free to download papers published in EPPM-Journal.

Aims and Scope: The Journal of Engineering, Project, and Production Management (EPPM-Journal) is an international research journal publishing original research papers. The journal aims to advance the cross-disciplinary sciences in these three fields.

Call-for-Papers: EPPM-Journal is multidisciplinary in nature, considering all topics related to engineering management, project management, and production management. No publication fee is required for publishing papers in this Journal.

Volume 3 / Number 1 / January 2013
Editorial
Gidado, K. (2013). Engineering, Project, and Production Management: Lessons Learnt from Each OtherJournal of Engineering, Project, and Production Management, 3(1), 1.
Engineering Management
Panjehpour, M., Ali, A. A. A., and Voo, Y. L. (2013). Structural Insulated Panels: Past, Present, and FutureJournal of Engineering, Project, and Production Management, 3(1), 2-8.
Project Management
Farinloye, O., Odusami, K., and Adewunmi, Y. (2013). Theft and Vandalism Control Measures on Building Sites in Lagos, NigeriaJournal of Engineering, Project, and Production Management, 3(1), 9-21.
Production Management
Kabir, G. and Sumi, R. S. (2013). Integrating Fuzzy Delphi with Fuzzy Analytic Hierarchy Process for Multiple Criteria Inventory ClassificationJournal of Engineering, Project, and Production Management, 3(1), 22-34.
Morrey, N., Pasquire, C., and Dainty A. (2013). Developing A Strategy to Enact Lean. Journal of Engineering, Project, and Production Management, 3(1), 35-45.
Project and Production Management
Mariz, R. N., Picchi, F. A., Granja, A. D., and Melo, R. S. S. (2013). Production Cells in Construction: Considering Time, Space and Information Linkages to Seek Broader Implementations. Journal of Engineering, Project, and Production Management, 3(1), 46-55. 
__._,_.___

Sabtu, 09 Agustus 2014

Informasi dari mailing list tetangga

Dear all,

Please forward the enclosed news to others and join Beasiswa Facebook Page on


Good luck,


Ahmad Syamil
Arkansas State University
http://www.linkedin.com/in/asyamil2
===================================================

Beasiswa S1 Universitas Al Azhar Jakarta dan ITB

From: Dr. Ary Syahriar

Informasi beasiswa untuk lulusan SMA , Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan program BEASISWA CORPORATE yang memberikan kesempatan bagi putra-putri bangsa untuk melanjutkan pendidikan tingkat Sarjana S-1. Dengan pendaftaran terakhir hari Jum'at, 8 Agustus 2014.

Selain itu kami juga menyelenggarakan TWINNING PROGRAM DENGAN ITB khusus untuk Fakultas Sains dan Teknologi (T. Elektro, T. Informatika, T. Industri, dan Bioteknologi). Dimana siswa akan belajar 2 tahun di UAI dan 2 tahun di ITB.

Besar harapan kami, program ini juga dapat mendukung rekan-rekan dalam mencerdaskan putra-putri maupun sanak saudara.
Info selengkapnya dan formulir pendaftaran bisa diakses di www.uai.ac.id

Adapun tes gelombang IV periode 1 akan kami buka tgl 12 Agustus 2014.
Mohon bantuan untuk mensosialisasikan program ini ke rekan-rekan lainnya. Kami terbuka jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.

Terima kasih.
Hormat kami,

Biro PPMB Universitas Al Azhar Indonesia.
Hubungi kami di 021-7267272/ 7263344
What's App di 082310658353
Twitter @ DaftarUAI
Www.uai.ac.id

Penelitian Dosen Pemula T.A 2014

SEMINAR AWAL PENELITIAN DOSEN PEMULA 2014
Tanggal 9-08-2014
di Aula STIKOM Uyelindo


1. Judul :“ PREDIKSI HASIL TANGKAPAN IKAN DI NTT DENGAN FUZZY TIME SERIES” Oleh Tri Ana Setyarini, S.Si., M.Cs & Semlinda Juszandri Bulan, M.Kom

2. SISTEM IDENTIFIKASI MOTIF TENUN ROTE DENGAN SEGMENTASI BERBASIS DISKONTINUITAS Oleh : Yohanis Malelak M.Cs. & Marinus Ignasius Jawawuan L, M.Cs.

tentang saya

Foto Saya
Blog ini sebagai alternatif pengumuman kegiatan akademik - tulisan2 bidang infromatika dan berita-berita pilihan bidang IT